
D
|
i sebuah pulau terdapat
sebuah desa kecil, desa tersebut sering disebut dengan desa jernih karena di
desa ini jarang di temui air yang keruh. Di desa inilah tempat aku tinggal. Banyak
anak-anak di desa ku.
Pada siang
hari aku melihat teman-temanku berkumpul di lapangan tempat biasa kami ngobrol.
Karena tidak ada kerjaan saya keluar.
“Hi teman-teman, kalian lagi ngapain ? ujar Ronald.”
“Hi,ronald
... Buruan ke sini kami sedang bingung nih. Balas temannya.”
“Bingung
kenapa ? Tanya ronald.”
“Ini kami
lagi mikirin enaknya kita ngapain malam tahun baru nanti, kurang asyik kan kalo
kita gak bikin acara !!! ujar Wandy.”
“Bagaimana, kalau kita membakar jagung aja, walaupun sudah
tak asing lagi tapi kan asyik !!! usul Ronald, dari pada bingung...”
Setelah Ronald memberikan usul Wandy pun pulang karena di
panggil ibunya.
“Tapi kan......”
“Tapi kan......”
Belum selesai Robert menjawab,tiba-tiba Revand langsung
memotong pembicaraan Robert.
“Alah kamu itu bisa nya komentar saja Robert, emang nya kamu
tahu apa acara yg asyik kayak gimana. Gak usah banyak oceh deh kamu ! Ledek
revand dengan keras .”
Robert pun terdiam tanpa kata. Karena Robert tidak mau
mencari masalah, abisnya Revand itu terkenal dengan celotehannya yang ember.
“Sudah-sudah jangan bertengkar, nanti kita gak jadi bikin
acara nih, ujar Ronald.”
Revand pun menjawab dengan kata-kata kasarnya.
“Hei kamu Ronald gak usah ikut campur deh, ini kan urusanku, tegas
Revand.”
“Kenapa gak boleh ? kan aku yang kasih usul, berhak dong aku
ikut campur, jawab Ronald sambil ngeledek Revand yang nyebelin itu.”
“Kamu melawan yah sama aku, jawab Revand.”
“Kenapa kamu ngajak berantem ayo aku layan, tegas Ronald.”
Pada saat Revand mendekati Ronald dan ingin memukul Ronald. Robert
yang bermasalah dengan Revand pun langsung menangkap tangan Revand yang
berusaha memukul Ronald.
“Woi...kamu jangan sok jagoan Revand. Kamu pikir aku diam
dari tadi aku takut apa ama kamu, ujar Robert yang berusaha menentang Revand.”
“Ow ow ow tiba juga jagoan kamu ya Robert. Ayo sini kalo
ngajak berantem dasar binatang kamu itu Robert, jawab Revand dengan mencetuskan
kata-kata kasar dari mulutnya.”
“Kamu tu yang binatang dasar anak monyet kamu, jawab robert
dengan hati kesal.”
Setelah adu cek-cok.robert dan revand pun saling pukul
memukul. Ronald pun bingung harus berbuat apa. Karena tidak mau melihat
temannya berkelahi Ronald pun berusaha melerainya.
“Cukup cukup cukup. Sudah jangan berkelahi terus ntar kita
gak jadi bikin acara malam tahun baru besok, kata Ronald sambil berusaha
melerai.”
“Diam kau Ronald jangan ikut campur. Sok-sokan membela anak binatang
ini, jawab Revand sambil mendorong Ronald dengan tenaga yang cukup kuat.”
Karena dorongan Revand, Ronald pun jatuh dan kepalanya
terbentur batu. Ronald pun tak sadarkan diri. Akhirnya Ronald di bawa ke Rumah
Sakit Dan di rawat inap.
SEMINGGU KEMUDIAN. . . . . .
Setelah seminggu Ronald koma di rumah sakit. Ronald pun sadar
dari tidur lamanya. Revand dan Robert pun menyesal atas perbuatannya. Akhirnya
mereka berdua meminta maaaf dengan Ronald karena mereka berdua malam tahun baru
hancur begitu saja.
“Ronald kami minta maaf, kami merasa sangat bersalah. Karena kami kamu masuk rumah sakit
dan tak sadarkan diri selama satu minggu. Sudah lama kami menanti kamu sadar
Ronald, ujar Robert dan Revand.”
“Iya , tak apa apa itu kan musibah semuanya itu sudah ada di
tangan yang Maha Kuasa, jawab Ronald.”
“Terima kasih Ronald karena kamu telah memaafkan kami. Kamu
memang teman terbaik kami. BEST FRIEND FOREVER, ujar Revand dan Robert.”
“Iya, sama-sama teman, jawab Ronald.”
By : Metri Anjasuma
Tidak ada komentar:
Posting Komentar