Kamis, 19 Januari 2012

CERPEN


Kesalahan Fatal


D
i sebuah pulau terdapat sebuah desa kecil, desa tersebut sering disebut dengan desa jernih karena di desa ini jarang di temui air yang keruh. Di desa inilah tempat aku tinggal. Banyak anak-anak di desa ku.
            Pada siang hari aku melihat teman-temanku berkumpul di lapangan tempat biasa kami ngobrol. Karena tidak ada kerjaan saya keluar.
“Hi teman-teman, kalian lagi ngapain ? ujar Ronald.”
            “Hi,ronald ... Buruan ke sini kami sedang bingung nih. Balas temannya.”
            “Bingung kenapa ? Tanya ronald.”
            “Ini kami lagi mikirin enaknya kita ngapain malam tahun baru nanti, kurang asyik kan kalo kita gak bikin acara !!! ujar Wandy.”
“Bagaimana, kalau kita membakar jagung aja, walaupun sudah tak asing lagi tapi kan asyik !!! usul Ronald, dari pada bingung...”
Setelah Ronald memberikan usul Wandy pun pulang karena di panggil ibunya.
            “Tapi kan......”
Belum selesai Robert menjawab,tiba-tiba Revand langsung memotong pembicaraan Robert.
“Alah kamu itu bisa nya komentar saja Robert, emang nya kamu tahu apa acara yg asyik kayak gimana. Gak usah banyak oceh deh kamu ! Ledek revand dengan keras .”
Robert pun terdiam tanpa kata. Karena Robert tidak mau mencari masalah, abisnya Revand itu terkenal dengan celotehannya yang ember.
“Sudah-sudah jangan bertengkar, nanti kita gak jadi bikin acara nih, ujar Ronald.”
Revand pun menjawab dengan kata-kata kasarnya.
“Hei kamu Ronald gak usah ikut campur deh, ini kan urusanku, tegas Revand.”
“Kenapa gak boleh ? kan aku yang kasih usul, berhak dong aku ikut campur, jawab Ronald sambil ngeledek Revand yang nyebelin itu.”
“Kamu melawan yah sama aku, jawab Revand.”
“Kenapa kamu ngajak berantem ayo aku layan, tegas Ronald.”
Pada saat Revand mendekati Ronald dan ingin memukul Ronald. Robert yang bermasalah dengan Revand pun langsung menangkap tangan Revand yang berusaha memukul Ronald.
“Woi...kamu jangan sok jagoan Revand. Kamu pikir aku diam dari tadi aku takut apa ama kamu, ujar Robert yang berusaha menentang Revand.”
“Ow ow ow tiba juga jagoan kamu ya Robert. Ayo sini kalo ngajak berantem dasar binatang kamu itu Robert, jawab Revand dengan mencetuskan kata-kata kasar dari mulutnya.”
“Kamu tu yang binatang dasar anak monyet kamu, jawab robert dengan hati kesal.”
Setelah adu cek-cok.robert dan revand pun saling pukul memukul. Ronald pun bingung harus berbuat apa. Karena tidak mau melihat temannya berkelahi Ronald pun berusaha melerainya.
“Cukup cukup cukup. Sudah jangan berkelahi terus ntar kita gak jadi bikin acara malam tahun baru besok, kata Ronald sambil berusaha melerai.”
“Diam kau Ronald jangan ikut campur. Sok-sokan membela anak binatang ini, jawab Revand sambil mendorong Ronald dengan tenaga yang cukup kuat.”

Karena dorongan Revand, Ronald pun jatuh dan kepalanya terbentur batu. Ronald pun tak sadarkan diri. Akhirnya Ronald di bawa ke Rumah Sakit Dan di rawat inap.

SEMINGGU KEMUDIAN. . . . . .
Setelah seminggu Ronald koma di rumah sakit. Ronald pun sadar dari tidur lamanya. Revand dan Robert pun menyesal atas perbuatannya. Akhirnya mereka berdua meminta maaaf dengan Ronald karena mereka berdua malam tahun baru hancur begitu saja.
“Ronald kami minta maaf, kami merasa sangat  bersalah. Karena kami kamu masuk rumah sakit dan tak sadarkan diri selama satu minggu. Sudah lama kami menanti kamu sadar Ronald, ujar Robert dan Revand.”
“Iya , tak apa apa itu kan musibah semuanya itu sudah ada di tangan yang Maha Kuasa, jawab Ronald.”
“Terima kasih Ronald karena kamu telah memaafkan kami. Kamu memang teman terbaik kami. BEST FRIEND FOREVER, ujar Revand dan Robert.”
“Iya, sama-sama teman, jawab Ronald.”


By : Metri Anjasuma


Tidak ada komentar:

Posting Komentar